DIALEKSIS.COM | Jantho - Di tengah menjamurnya kue modern dan makanan instan, aroma khas dodol dan meuseukat masih mengepul dari dapur-dapur rumahan di Gampong Lamlhom, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar. Dari desa ini, para pelaku usaha rumahan terus berjuang mempertahankan cita rasa kuliner tradisional Aceh yang diwariskan turun-temurun.
DIALEKSIS.COM | Jantho - Ketua Dekranasda Kabupaten Aceh Besar, Rita Mayasari, mengunjungi sentra perajin hiasan senjata tradisional Aceh rencong di Desa Baet Mesjid, Kecamatan Sukamakmur, Aceh Besar, Kamis (30/4/2026).
DIALEKSIS.COM | Opini - Belakangan ini mulai bermunculan literasi-literasi yang mengungkapkan mengenai kemungkinan punahnya bahasa Aceh. Salah satunya adalah pernyataan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terkait status bahasa Aceh yang terancam punah secara pasti, memperlihatkan ancaman serius bagi keberlangsungan bahasa Aceh di masa yang akan datang.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Kabar mengenai rencana Pemerintah Belanda mengembalikan 30.000 artefak dan dokumen budaya milik Indonesia mendapat perhatian serius dari kalangan akademisi dan sejarawan Aceh. Filolog Aceh dan akademisi UIN Ar-Raniry, Hermansyah, yang menilai langkah ini sebagai momen penting dalam sejarah diplomasi budaya antara Indonesia dan Belanda.
DIALEKSIS.COM | Aceh - Selama 7 hari mulai tanggal 5 sampai dengan 11 Oktober 2025, seluruh provinsi di Indonesia hadir dalam Sidang Penetapan Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia.
DIALEKSIS.COM | Meulaboh - Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, secara resmi membuka Pekan Kebudayaan Aceh Barat (PKAB) 2025 yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-437 Kota Meulaboh, Sabtu (11/10/2025) malam.
DIALEKSIS.COM | Calang - Kerajinan tradisional Cinkhui dari Kabupaten Aceh Jaya resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia tahun 2025.
DIALEKSIS.COM | Aceh - Ketua Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI) Komisariat Aceh, Ambo Asse, S.S., M.Si., menyerukan agar seluruh elemen masyarakat, pemerintah, hingga kalangan akademisi, mengambil peran aktif dalam menjaga dan melestarikan situs cagar budaya di Aceh.
DIALEKSIS.COM | Aceh - Surat resmi Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem, kepada Gubernur Massachusetts dan Pemerintah Kota Salem, Amerika Serikat, menuai respons positif dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari akademisi dan antropolog Aceh, Reza Idria, MA, Ph.D., dosen UIN Ar-Raniry dan alumnus Harvard University.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Fenomena ini dilihat dari meningkatnya minat lembaga-lembaga internasional terhadap Pustaka Kuno Zawiyah Tanoh Abee, sebuah koleksi manuskrip Islam klasik yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh keluarga besar ulama kharismatik Aceh, Teungku Chik Tanoh Abee.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh terus mendorong upaya pelestarian budaya melalui penguatan perlindungan dan penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTbI). Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Sejarah dan Nilai Budaya, Evi Mayasari, mewakili Kadisbudpar Aceh dalam kegiatan Sosialisasi Penetapan WBTbI yang berlangsung di Museum Aceh, Senin (30/6/2025).
DIALEKSIS.COM | Aceh - Di balik helaian benangnya yang berwarna-warni, kain tenun khas Aceh menyimpan cerita panjang tentang tradisi, identitas, dan ketekunan tangan - tangan pengrajin lokal. Lebih dari sekadar busana, wastra Aceh seperti songket dan tapis adalah simbol kejayaan peradaban yang telah hidup sejak masa kesultanan. Motif-motifnya yang sarat makna tak hanya mencerminkan filosofi hidup masyarakat Aceh, tetapi juga membuka peluang besar di sektor ekonomi kreatif dan industri pariwisata.
DIALEKSIS.COM | Aceh - Salah satu guru dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Banda Aceh mendapat kehormatan menjadi pemateri dalam Persidangan Antarbangsa Mazhab Syafi'i, yang digelar di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam, pada awal Juni 2025. Kegiatan ilmiah ini mempertemukan para cendekiawan, peneliti, dan pendidik dari berbagai negara yang berafiliasi dengan Mazhab Syafi’i.
DIALEKSIS.COM | Opini - Bahasa daerah adalah cermin dari jati diri, penanda kebudayaan, dan warisan yang mengikat kita pada tanah leluhur. Di Aceh, bahasa Aceh bukan sekadar alat komunikasi, melainkan bagian tak terpisahkan dari memori kolektif masyarakat. Ia hadir dalam syair, dalam doa, dalam cerita rakyat yang dituturkan dari mulut ke mulut, dan dalam berbagai ekspresi seni yang menjadi napas kebudayaan kita.
DIALEKSIS.COM | Aceh - Provinsi paling ujung pulau Sumatra yakni Aceh dikenal sebagai salah satu provinsi dengan sejarah panjang perjuangan melawan penjajahan. Selain kisah kepahlawanannya, Aceh juga memiliki warisan budaya yang menjadi simbol kebanggaan masyarakat, yaitu senjata tradisional.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pelestarian naskah kuno dan dokumen sejarah Aceh menjadi perhatian serius akademisi dan budayawan. Abzari Jafar, dosen UIN Ar-Raniry Banda Aceh, menegaskan pentingnya langkah konkret pemerintah Aceh untuk menjaga warisan intelektual yang bernilai tinggi tersebut.
DIALEKSIS.COM | Feature - Peunayong berasal dari kata Peumayong, yang berarti tempat berteduh. Pada masa lalu, kawasan ini dipenuhi pohon-pohon besar yang memberikan perlindungan bagi para pelintas. Seiring waktu, sebutan Peumayong berubah menjadi Peunayong karena kebiasaan masyarakat yang lebih mudah mengucapkannya demikian.
DIALEKSIS.COM | Jantho - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Besar kembali menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya lokal dengan mengusulkan empat Warisan Budaya Takbenda (WBTb) baru untuk tahun 2025. Usulan tersebut meliputi Adat Mawah, Ratoh Talo, Sie Teuom, dan Boh Itek Deudah.
DIALEKSIS.COM | Feature - Derak air hujan membasahi lantai museum. Tetesan air merembes melalui atap bocor, menggenangi ruangan bersejarah tempat ribuan buku tersimpan. Di balik genangan air dan cat mengelupas, tersembunyi kisah seorang cendekiawan Aceh yang tak boleh dilupakan.
DIALEKSIS.COM | Lhoksukon - Di Desa Keutapang, Kecamatan Tanah Pasir, Aceh Utara, terdapat sebuah warisan budaya yang hampir punah namun kini kembali bersemi. Produksi Kasab Bule Jok, sebuah kerajinan sulaman benang emas atau perak di atas kain beludru dengan motif khas Aceh, adalah salah satu keindahan seni tradisional yang telah ada sejak masa Kerajaan Samudera Pasai.